Walking on a dream lyric
by. Miza ft Peter
Now I'm walking on a dream
But you know that I'm alone
Would you join in my own journey
Cause the star's aren't bright as you
Now I'm walking on a dream
And you're always in my head
Would you join in my own journey
Cause my love is all for you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
I love you
Now I'm walking on a dream
But you know that I'm alone
Would you join in my own journey
Cause the star's aren't bright as you
Now I'm walking on a dream
And the sky is in my mind
Would you join in my own journey
Cause the light belong's to us
I love you
I love...
I love you
I love you
I love you
I love you
Imagine...
Kamis, 10 November 2016
Selasa, 09 September 2014
ISTANA LUKISAN
ISTANA LUKISAN
Oleh TOMORO MIMORI
Di suatu
tempat berdirilah sebuah kerajaan.
Putri
kerajaan itu memiliki tubuh yang lemah, sehingga tak bisa pergi keluar istana.
Suatu
hari, Baginda Raja mengundang seorang pelukis pengembara untuk melukiskan
gambar bagi sang putri.
Sang
Pelukispun lalu menghadap ke kanvasnya dan mulai melukiskan bunga yang indah.
Lalu sang
Putri berkata,“Aku tidak suka lukiran sekecil itu. Lukis saja disini”,sambil
menunjuk ke tembok.
Sambil
kebingungan, pelukis itu mulai melukis di tembok.
Begitu
mulai melukis, Putri penasaran dengan gambar juga cerita perjalanan sang
Pelukis.
“Warnanya
seperti apa?”
“Nanti
jadi sebesar apa?”
Sang
pelukis berusaha menjawab semua pertanyaan itu dengan melukiskan pemandangan
yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh sang Putri.
Sang
pelukis melukiskan pemandangan – pemandangan yang pernah dilihatnya dalam
pengembaraannya.
Ia
menggambar sebuah pohon besar dan ada banyak burung yang hinggap didahannya.
Ia juga
menggambar sebuah festival yang unik.
Juga
menggambar air yang sangat banyak yang disebut “laut”.
Kini
tembok itu telah dipenuhi oleh lukisan pemandangan yang luas. Putri pun senang.
Setelah
sang Pelukis selesai menggambar, ia kembali melakukan pengembaraannya. Dengan
perasaan sedih sang pelukis berjanji kepada sang Putri,”Nanti aku akan kembali
dan memperlihatkan pemandangan lagi.”
Sejak
itu, setiap sang Pelukis kembali dari pengembaraannya, ia selalu melukiskan
pemandangan yang dilihatnya di tembok istana.
Istana
jadi penuh lukisan, sehingga mendapat sebutan “Istana Lukisan”.
Tahun
demi tahun berlalu.
Suatu
hari, saat sang Pelukis kembali dari pengembaraannya yang ke sekian, istana
tampak gelap.
Ia lalu
memanggil pelayan istana.
“Tuan
Putri telah meninggal dunia,” sahut sang pelayan istana.
Sang
Pelukis merasa putus asa. Ia pergi ke kamar Putri dan melihat lukisan yang ada
di tembok.
Pemandangan
tanpa Putri.
Sang
Pelukis kemudian mengambil kuasnya dan melukis sosok Putri di dalam pemandangan
di tembok itu.
Lalu,
dalam lukisan itu, sang Putri mulai bergerak. Pelukis pun tertawa.
“Terima
kasih.”
Setelah
mengucapkan itu, Putri berlari dengan riang gembira di dalam lukisan, lalu
menghilang.
Sejak
itu, setiap kali sang Pelukis menemukan pemandangan luar biasa di dalam
pengembaraannya, ia selalu melukiskan gambar sang Putri di dalamnya.
Jumat, 05 September 2014
Lyric Akhiri dengan indah by JIKUSTIK
JIKUSTIK
Akhiri dengan indah
Aku tak kan pernah jadi sempurna
Ingin aku tetap seperti adanya
Jangan salahkan
Jika diriku mengabaikanmu
Sebuah alasan yang sungguh sempurna
'Tuk tinggalkanku
Reff:
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan
Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih 'tuk mengakhiri ini dengan indah
Engkau mencoba
Menahan isak tangis yang dalam
Dengan sisa-sisa ketegaran yang masih kau simpan
Reff:
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan
Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih 'tuk mengakhiri ini dengan indah
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan
Akhiri dengan indah
Aku tak kan pernah jadi sempurna
Ingin aku tetap seperti adanya
Jangan salahkan
Jika diriku mengabaikanmu
Sebuah alasan yang sungguh sempurna
'Tuk tinggalkanku
Reff:
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan
Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih 'tuk mengakhiri ini dengan indah
Engkau mencoba
Menahan isak tangis yang dalam
Dengan sisa-sisa ketegaran yang masih kau simpan
Reff:
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan
Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih 'tuk mengakhiri ini dengan indah
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan
Waktu dan kenangan
Langganan:
Komentar (Atom)