Selasa, 09 September 2014

ISTANA LUKISAN



ISTANA LUKISAN
Oleh TOMORO MIMORI


Di suatu tempat berdirilah sebuah kerajaan.

Putri kerajaan itu memiliki tubuh yang lemah, sehingga tak bisa pergi keluar istana.

Suatu hari, Baginda Raja mengundang seorang pelukis pengembara untuk melukiskan gambar bagi sang putri.

Sang Pelukispun lalu menghadap ke kanvasnya dan mulai melukiskan bunga yang indah.

Lalu sang Putri berkata,“Aku tidak suka lukiran sekecil itu. Lukis saja disini”,sambil menunjuk ke tembok.

Sambil kebingungan, pelukis itu mulai melukis di tembok.

Begitu mulai melukis, Putri penasaran dengan gambar juga cerita perjalanan sang Pelukis.

“Warnanya seperti apa?”

“Nanti jadi sebesar apa?”

Sang pelukis berusaha menjawab semua pertanyaan itu dengan melukiskan pemandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh sang Putri.

Sang pelukis melukiskan pemandangan – pemandangan yang pernah dilihatnya dalam pengembaraannya.

Ia menggambar sebuah pohon besar dan ada banyak burung yang hinggap didahannya.

Ia juga menggambar sebuah festival yang unik.

Juga menggambar air yang sangat banyak yang disebut “laut”.

Kini tembok itu telah dipenuhi oleh lukisan pemandangan yang luas. Putri pun senang.
 
Setelah sang Pelukis selesai menggambar, ia kembali melakukan pengembaraannya. Dengan perasaan sedih sang pelukis berjanji kepada sang Putri,”Nanti aku akan kembali dan memperlihatkan pemandangan lagi.”

Sejak itu, setiap sang Pelukis kembali dari pengembaraannya, ia selalu melukiskan pemandangan yang dilihatnya di tembok istana.

Istana jadi penuh lukisan, sehingga mendapat sebutan “Istana Lukisan”.

Tahun demi tahun berlalu.

Suatu hari, saat sang Pelukis kembali dari pengembaraannya yang ke sekian, istana tampak gelap.

Ia lalu memanggil pelayan istana.

“Tuan Putri telah meninggal dunia,” sahut sang pelayan istana.

Sang Pelukis merasa putus asa. Ia pergi ke kamar Putri dan melihat lukisan yang ada di tembok.

Pemandangan tanpa Putri.

Sang Pelukis kemudian mengambil kuasnya dan melukis sosok Putri di dalam pemandangan di tembok itu.

Lalu, dalam lukisan itu, sang Putri mulai bergerak. Pelukis pun tertawa.

“Terima kasih.”

Setelah mengucapkan itu, Putri berlari dengan riang gembira di dalam lukisan, lalu menghilang.

Sejak itu, setiap kali sang Pelukis menemukan pemandangan luar biasa di dalam pengembaraannya, ia selalu melukiskan gambar sang Putri di dalamnya.


Jumat, 05 September 2014

Lyric Akhiri dengan indah by JIKUSTIK

JIKUSTIK
Akhiri dengan indah

Aku tak kan pernah jadi sempurna
Ingin aku tetap seperti adanya
Jangan salahkan
Jika diriku mengabaikanmu
Sebuah alasan yang sungguh sempurna
'Tuk tinggalkanku

Reff:
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan 
Waktu dan kenangan

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih 'tuk mengakhiri ini dengan indah

Engkau mencoba
Menahan isak tangis yang dalam
Dengan sisa-sisa ketegaran yang masih kau simpan

Reff:
Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan 
Waktu dan kenangan

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih 'tuk mengakhiri ini dengan indah

Ketika slamanya pun harus berakhir
Akhirilah ini dengan indah
Kau harus relakan setiap kepingan 
Waktu dan kenangan